page contents

Hal Yang Sering Ditanya

Hal Yang Sering Ditanya

TENTANG VAKSINASI KANKER SERVIKS

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks (kanker mulut rahim) adalah salah satu metoda pencegahan dengan cara pemberian vaksin yang bisa merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat mencegah Human Papilloma Virus yang bisa menginfeksi sel yang kemudian bisa menyebabkan kanker leher rahim dan beberapa jenis kanker lain.

Dalam Artikel ini kita akan membahas secara lengkap tentang kanker serviks, penyebab, faktor risiko, cara pencegahan termasuk vaksinisasi seperti cara pemberian vaksin HPV dan alasan kenapa harus melakukan vaksisasi HPV serta apa saja efek samping yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin HPV ini.

Mudah-mudahan anda membacanya sampai selesai karena kami yakin informasi ini sangat penting terutama buat anda para wanita.  Kanker serviks pembunuh nomor satu wanita indonesia dan tiap 2 menit ada 1 orang wanita meninggal karena kanker serviks. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

1. Apa itu kanker serviks dan apa itu HPV?

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang terjadi pada bagian mulut rahim atau sering disebut kanker leher rahim yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus tipe 16 dan 18 (HPV16 dan HPV18)
Human Papilloma Virus (HPV) adalah sekelompok virus yang terdiri lebih dari 150 tipe virus yang saling berhubungan. Mereka disebut papillomaviruses karena jenis tertentu juga dapat menyebabkan kutil kelamin, atau papillomas

2. Dapatkah kanker serviks dicegah?

Secara umum cara yang paling efektif untuk mengurangi risiko adalah dengan cara menekan laju pertumbuhan virus, tidak melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan karena penyakit ini termasuk salah satu penyakit menular akibat hubungan seksual.
Kemudian pencegahan juga dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat, deteksi dini melalui screening dan papsmear. Selain itu metoda pencegahan kanker serviks yang paling penting adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap HPV. Ini merupakan strategi yang paling mungkin untuk mencegah infeksi HPV. Saat ini The Food and Drug Administration (FDA), sebuah badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat telah menyetujui dua vaksin untuk mencegah infeksi HPV yaitu Gardasil dan Cervarix.
Kedua vaksin ini sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18, virus yang menyebabkan sekitar 70 persen kanker serviks dan kanker anal. Gardasil juga mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11, yang menyebabkan 90 persen penyakit kutil pada kelamin.

3. Apa itu Gardasil dan Cervarix

A. Vaksin HPV Gardasil

Vaksin Gardasil yaitu vaksin yang diproduksi oleh Merck & Co. Inc. Vaksin ini juga disebut Quadrivalent Yang berfungsi untuk melindungi terhadap empat jenis tipe HPV yaitu 6, 11, 16,dan 18.  Gardasil diberikan melalui serangkaian tiga suntikan ke dalam jaringan otot selama 6 bulan. FDA telah menyetujui Gardasil untuk digunakan pada perempuan untuk pencegahan kanker seviks, vulva dan kanker vagina yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
Selain pada wanita Vaksin ini juga dianjurkan untuk digunakan pada laki-laki untuk pencegahan kanker dubur dan lesi prakanker dubur yang  disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain itu Gardasil juga terbukti untuk pencegahan kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11.  Vaksin ini lebih efektif di berikan usia 9 sampai 26 tahun.

B. Vaksin Cervarix

 Vaksin Cervarix adalah vaksin yang diproduksi oleh Glaxo Smith Kline (GSK). Sering juga disebut bivalen vaksin karena target vaksin hanya dua jenis HPV yaitu tipe 16 dan 18. Vaksin ini juga diberikan dalam tiga dosis selama 6 bulan. Cervarix diberikan digunakan pada usia perempuan 9 – 25 tahun hanya untuk pencegahan kanker serviks yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Kedua vaksin ini Gardasil dan Cervarix dikembangkan oleh ilmuan NCI. NCI lisensi teknologi untuk dua perusahaan farmasi -Merck dan GSK untuk mendistribusikan vaksin HPV secara luas

4. Bagaimana cara kerja vaksin HPV?

Vaksin HPV bekerja seperti imunisasi lain. Para peneliti berhipotesis bahwa komponen permukaan yang unik dari HPV dapat membuat respon antibodi yang mampu melindungi tubuh terhadap infeksi, dan komponen ini dapat digunakan untuk membentuk dasar vaksin.

Komponen permukaan HPV dapat berinteraksi satu sama lain untuk membentuk Virus-Like Partikel (VLP) yang tidak menular, karena mereka tidak memiliki DNA. Namun, VLP ini dapat menempel pada sel-sel dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat mencegah papillomavirus menginfeksi sel dimasa mendatang.
 Meskipun vaksin HPV dapat membantu mencegah infeksi HPV masa depan, mereka tidak bisa membantu menghilangkan infeksi HPV yang ada. Artinya mereka hanya berfungsi untuk mencegah terjadinya kanker serviks bukan untuk mengobati.

5. Seberapa efektif vaksin sebagai imunitas?

Gardasil dan Cervarix sangat efektif dalam mencegah infeksi dengan jenis HPV yang targetkan. Vaksin telah terbukti memberikan perlindungan terhadap penyebab Kanker Serviks secara terus-menerus untuk infeksi HPV tipe 16 -18 hingga 8 tahun, yang merupakan waktu maksimum penelitian sejauh ini. Karena vaksin HPV dikeluarkan pada bulan juni 2006.

Para ilmuwan sampai sekarang masih terus melanjutkan penelitian untuk mengetahui total durasi waktu perlindungan yang diberikan oleh kedua vaksin ini. Vaksinasi HPV juga telah terbukti mencegah perubahan sel serviks pra-kanker yang disebabkan oleh HPV 16/18.  Hasil ini menunjukkan durasi perlindungan dari vaksin kemungkinan akan bertambah hingga 4-6 tahun ke depan pada wanita yang tidak terinfeksi HPV pada saat vaksinasi.

6. Bagaimana cara pemberian vaksin HPV (proses vaksinasi)

Gardasil dan Cervarix dirancang untuk diberikan melalui penyuntikan ke dalam jaringan otot dalam tiga dosis/tiga kali pemberian selama 6 bulan yaitu bulan 0 (dosis pertama/pemberian awal), bulan 1 (sebulan dari pertama) dan yang terakhir bulan ke 6 dari pemberian pertama kali. Tetapi, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa perempuan yang hanya menerima dua dosis Cervarix telah mendapat sama besar perlindungan dari infeksi HPV 16/18 dengan wanita yang menerima tiga dosis. Namun temuan ini perlu dievaluasi dengan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah kurang dari tiga dosis vaksin akan memberikan durasi perlindungan yang cukup. Meskipun demikian, informasi ini mungkin membantu para petugas kesehatan masyarakat yang mengelola program vaksinasi antara kelompok orang tidak mungkin untuk menyelesaikan regimen dosis tiga.

7. Mengapa vaksinasi HPV penting?

Vaksinisasi terbukti bisa mengurangi risiko kanker mulut rahim karena itu vaksinisasi memiliki potensi untuk mengurangi angka kematian akibat kanker serviks sebanyak dua – pertiga wanita. Selain itu, pada saat vaksinasi juga dilakukan screening dan papsmear yang merupakan prosedur normal saat akan diberikan vaksinasi. Sehingga prosedur itu secara tidak langsung bisa mendeteksi atau mengetahui keadaan dan kelainan-kelainan yang mungkin ada pada tubuh sejak dini. Ini juga merupakan salah satu keuntungan yang bisa menjadi alasan mengapa perlu melakukan vaksinasi HPV.

8. Apa efek samping pemberian vaksin HPV?

Ini merupakan pertanyaan yang sering muncul akibat kekhawatiran terkait keamanan dan efek samping vaksinasi Human Papiloma Virus. Perlu diketahui bahwa semua obat dan vaksin yang sudah lolos pengkajian FDA bisa dikatakan aman dan efektif. Pastikan yang di pakai adalah Vaksin Gardasil dan Cervarix yang sudah lolos dan memperoleh lisensi FDA dan CDC serta telah diuji terhadap jutaan orang di Amerika dan Inggris serta banyak negara lainnya termasuk Indonesia. Sejauh ini, tidak ada efek samping yang serius yang telah terbukti disebabkan oleh vaksin.

Efek samping Vaksin HPV yang paling umum yang diketemukan adalah rasa nyeri singkat di tempat suntikan. Ini merupakan masalah yang biasa terjadi pada saat vaksinasi lainnya juga. Selain itu baru-baru ini ada sebuah tinjauan dan himbauan keselamatan terbaru oleh FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merespons sebuah laporan terhadap efek samping vaksin  imunisasi Gardasil. Ada kemungkinan bagi sebagian kecil orang yang memiliki tingkat alergi berlebihan terhadap vaksin ini, yaitu terjadinya sinkop atau pingsan sementara waktu.
Kasus pingsan ini pernah terjadi pada beberapa kasus. Namun ini tidak memerlukan penanganan yang serius. Hanya saja ditakutkan pasien terjatuh sehingga menyebabkan cedera serius, seperti cedera kepala karena terjatuh saat pingsan. FDA dan CDC telah mengingatkan penyedia layanan kesehatan untuk mencegah jatuh dan cedera, yaitu dengan cara, semua penerima vaksin setelah vaksinisasi harus tetap berada dalam keadaan duduk atau berbaring selama 15 menit untuk dilakukan pengamatan pasca vaksinasi untuk memastikan ada atau tidak nya efek samping dari penyuntikan Vaksin HPV.

9. Kepada siapa saja vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks diberikan?

Vaksin Gardasil dan Cervarix yang terbukti efektif hanya jika diberikan sebelum infeksi HPV, sehingga dianjurkan bahwa mereka akan diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. Keputusan FDA termasuk informasi tentang usia dan jenis kelamin untuk penerima vaksin. FDA menyatakan Gardasil diberikan pada wanita dan laki-laki usia 9 sampai 26. dan Cervarix untuk digunakan dalam usia wanita 9-25. Baca juga metode pengobatan kanker

10. Haruskah vaksin ini diberikan pada wanita yang telah terinfeksi HPV?

Meskipun Gardasil dan Cervarix aman bila diberikan kepada orang yang sudah terinfeksi HPV, tetapi vaksin tidak mempunyai kemampuan untuk mengobati infeksi. Vaksin diatas hanya berguna untuk pencegahan. Kedua Vaksin ini memberikan manfaat maksimal jika seseorang menyuntikkan vaksin HPV sebelum ia aktif secara seksual. Tetapi Ada kemungkinan bahwa seseorang terinfeksi HPV masih akan mendapatkan manfaat dari sisa vaksinasi. Namun kemungkinan ini masih dalam penyelidikan.

11. Berapa harga dan biaya untuk melakukan Vaksinasi HPV?

Satu satunya kekurangan dari Vaksin ini adalah harganya yang mahal. Vaksin HPV di amerika sekitar $ 130 per dosis vaksinasi kanker leher rahim . Saat ini Rumah Sakit Mandaya sedang memberikan pelayanan vaksinasi HPV untuk pencegahan Kanker Serviks ini dengan biaya sangat ringan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi RS Mandaya di pesawat (0267) 8643000 ext. 142

Fasilitas Apa Saja Yang Terdapat Di Rumah Sakit Mandaya Ini

Fasilitas Rumah Sakit antara lain :

Layanan Apa Saja Yang Ada Di Rumah Sakit Ini

Layanan Mandaya Hospital :